Dr. Frida Medina Hayuputri, M.Psi., Psikolog: Memahami Kebahagiaan di Hari Kebahagiaan Internasional
Kehidupan mahasiswa tidak hanya dipenuhi dengan pengalaman menyenangkan, tetapi juga berbagai tantangan, terutama tekanan akademik yang kerap memengaruhi kondisi mental. Lalu, bagaimana sebenarnya kebahagiaan dipandang dalam psikologi, dan bagaimana mahasiswa bisa tetap bahagia di tengah kesibukan?
Dalam wawancara bersama Dr. Frida Medina Hayuputri, M.Psi., Psikolog, kita diajak memahami makna kebahagiaan yang lebih dalam serta langkah sederhana untuk menjaga kesehatan mental.
Menurut Dr. Frida, kebahagiaan bukan sekadar tertawa atau tersenyum setiap hari. Kebahagiaan memiliki dua lapisan (layer) yang berbeda:
1. Kebahagiaan Sementara (Surface Happiness)
Kebahagiaan ini mudah dirasakan, namun juga cepat hilang. Contohnya adalah saat menikmati makanan atau minuman favorit, atau momen menyenangkan sesaat lainnya.
2. Kebahagiaan Bermakna (Deep Happiness)
Lapisan kedua ini lebih dalam, yaitu kebahagiaan yang berasal dari kemampuan seseorang dalam memaknai tujuan hidupnya. Kebahagiaan jenis ini cenderung lebih stabil dan bertahan lama.
Dengan memahami dua layer ini, mahasiswa dapat menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya datang dari hal instan, tetapi juga dari proses memahami diri dan tujuan hidup.
Tips Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa di Tengah Tekanan Akademik
Tekanan akademik sering kali membuat mahasiswa merasa lelah secara fisik maupun mental. Namun, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga keseimbangan:
1. Self-Compassion: Sayangi Diri Sendiri
Mahasiswa perlu belajar untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri. Tidak apa-apa jika merasa lelah, kita bukan robot. Beristirahat sejenak justru membantu kita bangkit dan kembali berjuang keesokan hari.
2. Temukan “Micro Joy”
Kebahagiaan tidak harus besar. Hal-hal kecil seperti berbincang dengan sahabat, menikmati makanan favorit, atau sekadar berjalan santai bisa menjadi sumber kebahagiaan sederhana yang bermakna.
3. Istirahat adalah Investasi
Istirahat bukan tanda kemalasan, melainkan bentuk investasi untuk kesehatan mental. Dengan beristirahat, tubuh dan pikiran memiliki kesempatan untuk “restart” agar kembali produktif.
Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Membandingkan Diri
Salah satu hal yang sering menjadi sumber tekanan adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, terutama di media sosial.
Dr. Frida menekankan bahwa apa yang terlihat di media sosial hanyalah “halaman depan” dari kehidupan seseorang, bagian terbaik yang mereka tampilkan. Sementara itu, kesulitan dan perjuangan mereka berada di “halaman belakang” yang tidak terlihat.
Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk tidak membandingkan “halaman belakang” hidupnya dengan “halaman depan” orang lain. Setiap individu memiliki perjalanan, kebahagiaan, dan tantangan yang berbeda.
Kebahagiaan bukan hanya tentang momen sesaat, tetapi tentang bagaimana kita memaknai hidup secara lebih dalam. Dengan menerapkan self-compassion, menemukan kebahagiaan kecil, serta memberi ruang untuk istirahat, mahasiswa dapat menjaga kesehatan mental di tengah tekanan akademik.
Yang terpenting, fokuslah pada perjalanan diri sendiri. Karena pada akhirnya, kebahagiaan yang sejati adalah yang kita bangun dari dalam diri.
*Renika

English